Minggu, 27 Maret 2016

ULANG TAHUN atau DEPRESIASI

Sekali-kali menulis sedikit berbau akuntansi alias hal yang berurusan dengan debet kredit. Tapi kali ini tidak akan benar-benar membahas serius tentang akuntansi itu sendiri. Hanya sekadar tulisan "gothak gathik gathuk" level obrolan warung kopi saja, tapi mudah-mudahan bisa mengingatkan kita semua..... Dari judulnya sedikit mengundang pertanyaan. "Ulang tahun dan Depresiasi"....Apa hubungan ulang tahun dengan depresiasi/penyusutan?

Bagi yang pernah belajar akuntansi pasti tahu tentang depresiasi atau penyusutan. Depresiasi digunakan untuk mengurangi nilai aset tetap seiring berkurangnya masa manfaat aset tersebut. Secara sederhana, misalnya jika kita membeli mesin, semakin lama kita pakai mesin itu, nilainya akan makin menurun. Nah penurunan inilah yang disebut depresiasi atau penyusutan.

Mungkin bisa dengan contoh sebagai berikut. PT. Tikungan Tajam membeli mesin senilai 20 juta pada Januari 2016. Masa manfaat mesin diperkirakan 10 tahun, tanpa nilai sisa. Mesin disusutkan dengan metode garis lurus. Maka PT Palugada akan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut
  • Pada Januari 2016, tentu akan dicatat mesin sebesar 20 juta (harga perolehan)
  • Pada Januari 2017 dicatat nilai mesin sebesar 18 juta, akumulasi depresiasi 2 juta dan beban depresiasi sebesar 2 juta
  • Pada Januari tahun 2018 akan dicatat nilai mesin sebesar 16 juta, akumulasi depresiasi sebesar 4 juta dan beban depresasi sebesar 2 juta.
  • Pada Januari tahun 2019,  akan dicatat nilai mesin sebesar 14 juta, dengan akumulasi sebesar 6 juta, dengan beban depresiasi sebesar 2 juta
  • Demikian seterusnya sampai 10 tahun  sehingga nilai mesin tercatat 0 rupiah dan akumulasi depresiasi menjadi 20 juta, dengan kata lain mesin itu sudah tidak bisa bermanfaat lagi
Nah Lalu apa hubungannya dengan ulang tahun? .
Pada saat kita mengalami yang namanya ulang tahun, diibaratkan kita sedang mencatat  akumulasi depresiasi kita. Bukankah ketika umur kita bertambah sebenarnya akumulasi depresiasi kita yang bertambah. Nilai aset berkurang, bukankah itu artinya kesempatan kita hidup di dunia ini yang berkurang...Umur bertambah, berarti berkurangnya kesempatan untuk hidup di dunia ini. 
Kemudian...jika mesin tadi masa manfaatnya bisa kita  perkirakan. Namun kita tidak bisa memperkirakan masa manfaat kita alias umur kita. Kita tidak bakal tahu sampai kapan umur kita...bisa jadi setelah tahun kesekian masa manfaat kita ditakdirkan sudah habis. Kita tidak akan pernah tahu itu.
Dalam akuntansi, terdapat perbaikan aset yang bisa menambah umur aset tetap. Dalam masa umur kita, sebenarnya kita bisa berusaha agar bisa panjang umur, misalnya dengan bersilaturahim. Meskipun memang ini masih ada perbedaan pendapat ulama, apakah ini memperpanjang secara dhahir atau dalam artian umurnya lebih bermanfaat.
Selain itu, aset pada dasarnya adalah memberikan manfaat di masa datang. Demikian pula dengan manusia. Dengan masa manfaat yang kita tidak pernah tahu berapa lama, sudah semestinya kita berusaha mengisinya dengan kebaikan, dengan amal, dengan sesuatu yang bermanfaat. Tidak lain tidak bukan adalah karena ketika masa manfaat manusia di dunia habis, kelak akan dipertanggungjawabkan untuk apa saja masa manfaat itu. Berbeda dengan aset mesin tadi ketika habis ya sudah. 

Jadi sudah sepantasnya kita memanfaatkan masa manfaat kita....Dan, ketika kita ingat Ulang tahun, bisa menjadi salah satu momen agar kita ingat bahwa masa manfaat kita di dunia berkurang dan berkurang pula kesempatan untuk menanam kebaikan amal shalih untuk akhirat kelak.
   




1 komentar:

  1. Selamat Ulang Tahun pak,, semoga usianya senantiasa bermanfaat :))

    BalasHapus