Sabtu, 02 Januari 2016

Beda Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter

PENDAHULUAN
Dalam perekonomian, kita sering mendengar istilah kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Namun untuk orang awam belum tentu mengetahui apa maksudnya dan apa perbedaan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. 

Sebelum membahas perbedaan kebijakan tersebut, perlu  diketahui bahwa kebijakan fiskal dan kebijakan moneter adalah beberapa bentuk kebijakan pemerintah dalam perekonomian. Masih ada lagi kebijakan-kebijakan  pemerintah dalam perekonomian selain kebijakan fiskal dan moneter, misalnya pembatasan kuota barang impor tertentu, himbauan moral seperti mencintai produk dalam  negeri, dsb.

Pertanyaan selanjutnya adalah,  mengapa pemerintah perlu melakukan kebijakan fiskal dan moneter? Jawabannya adalah, campur tangan pemerintah  diperlukan  dalam perekonomian untuk mengatur perekonomian. Meski di dunia ini, mainstream-nya adalah pasar bebas, tetapi  bisa  dikatakan tidak ada perekonomian di dunia yang tidak lepas dari  campur tangan pemerintah khususnya sebagai regulator (pengatur) perekonomian agar perekonomian tetap stabil. Dengan demikian, kebijakan fiskal dan moneter sama-sama bertujuan untuk mempengaruhi perekonomian agar lebih stabil dan tetap dalam tingkat  pertumbuhan yang wajar.

PERBEDAAN KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER
Perbedaan kebijakan fiskal dan moneter dapat dilihat dari beberapa sisi. Berikut ini  beberapa perbedaan kebijakan tersebut yang dilihat dari definisi, instrumen (alat) kebijakan, instansi yang bertanggung jawab dan reaksi dari perekonomian.

Definisi
Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah untuk  mempengaruhi perekonomian secara makro khususnya sektor riil melalui kebijakan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara dalam hal ini APBN.
Kebijakan moneter  adalah kebijakan pemerintah dalam hal mengatur jumlah uang yang beredar di pasar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan nilai rupiah. 

Instrumen
Kebijakan fiskal dilakukan dengan menggunakan APBN sebagai  alat (instrumen), seberapa besar belanja pemerintah dan seberapa besar penerimaan pajak ditetapkan untuk mempengaruhi  perekonomian
Kebijakan moneter dilakukan untuk mempengaruhi uang yang beredar dengan cara:
1. Melakukan operasi pasar terbuka
2. Menetapkan tarif suku bunga
3. Menetapkan giro wajib minimum 
4. Melakukan himbauan moral

Instansi yang berwenang
Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter  sama-sama menjadi kewenangan pemerintah, namun ada instansi pemerintah yang menangani secara khusus. Kebijakan fiskal di bawah kendali Kementerian Keuangan, sedangkan kebijakan moneter di bawah kendali otoritas moneter yaitu bank sentral, dalam hal ini adalah Bank Indonesia (BI).
Dampak terhadap perekonomian
Secara umum, kebijakan moneter berdampak  lebih cepat terhadap perekonomian dari  pada kebijakan fiskal. Selain itu, Kebijakan moneter cenderung lebih efektif dalam mengatasi inflasi dan kebijakan fiskal cenderung lebih efektif dalam mengatasi resesi. Dengan demikian masing-masing kebijakan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan demikian jika ada pertanyaan, mana yang lebih efektif antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, maka jawabannya adalah tergantung dari permasalahan apa yang akan diperbaiki. Dan dalam penerapannya perlu ada kombinasi yang tepat antara kebijakan fiskal dan moneter (policy mix), karena sektor riil dalam hal ini adalah kebijakan fiskal dan sektor moneter dalam hal ini adalah kenbijakam moneter berkaitan erat.  Dengan adanya kebijakan yang sifatnya kombinasi ini, berati memerlukan koordinasi yang baik antara Kementerian Keuangan sebagai penanggung jawab kebijakan fiskal dan Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter.
Demikian beberapa perbedaan antara kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter. Perbedaan tersebut di atas bukanlah pembatasan, artinya masih banyak perbedaan-perbedaan lain, namun saya memfokuskan ke perbedaan-perbedaan yang dirasa cukup mendasar.
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar